Rabu, 09 Mei 2018

Kemampuan BerBahasa Asing




Inginkah pandai berbicara lancar dan berpidato lancar dalam bahasa Arab atau Inggris? Dan akhirnya menguasai dua bahasa tersebut?
Perhatikanlah anjuran ini sebaik-baiknya!
Minimum
Untuk beberapa kepentingan pendidikan dan kemajuan pelajaran, syarat paling minimum adalah: tinggalkan bahasa daerah sama sekali. Kalau terpaksa, boleh berbisik-bisik dalam bahasa Indonesia.
Bahasa Dasar
Tiap-tiap bahasa ada bahasa dasar, yakni bahasa yang amat sederhana yang terpakai dalam segala percakapan, khususnya dalam percakapan sehari-hari (daily conversation).
Jadi, bahasa dasar itu berwujud:
a.            Kata-kata yang selalu terpakai sehari-hari.
b.            Susunan-susunan yang mudah dan lazim terpakai.
Bahasa dasar ini harus masak dan kuat, harus dikuasai dengan sebaik-baiknya. Dapat mempergunakan tiap-tiap kata dalam segala tempat dengan betul, harus lancar, tidak dengan diingat-ingat sebelumnya sehingga dapat dikatakan malakah.
Artinya, bahasa itu sudah menjadi miliknya.
Apabila bahasa dasar ini telah masak, akan mudah dan kuat sekali untuk ditingkatkan dan diperluas kemampuannya.
Jalannya
Untuk memasakkan bahasa dasar ini tidak ada jalan yang lebih baik dan termodern selain dengan cara dipraktikkan, dipakai sebanyak-banyaknya sepanjang hari di mana pun dan kapan saja.
Bahasa dasar ini tidak banyak, dalam bahasa Inggris hanya 500 perkataan. Namun, memasakkan 500 ini harus memakai cara yang terbaik, tidak dapat dengan cara menghafalkan dari kamus.
Untuk mempraktikkan itu amat mudah sekali apabila tahu rahasianya. Rahasia yang terpenting adalah: Harus berani membuang rasa segan atau malu dan tidak khawatir salah.
Ingat!
1.            Jika tidak berani berkorban dengan membuang malu atau segan sejak permulaan, selama-lamanya tidak akan dapat berbicara bahasa asing.
2.            Tidak ada orang berbicara dengan tidak bersalah.
3.            Orang Indonesia ke Mekkah yang bergerombol-gerombol dengan tidak memakai disiplin bahasa, meskipun sudah 10 tahun atau lebih, setelah pulang, tetap tidak tahu bahasa Arab. Atau tahu sedikit, tetapi bahasa pasaran atau amiyah.
4.            Orang-orang Indonesia yang pergi belajar ke negeri Arab. Di sana mereka segan, bergaul dengan teman sekampung saja, dan berbicara dengan bahasa kampungnya, kurang berani bergaul dengan orang sana, tidak ada disiplin. Akhirnyaa setelah pulang, tetap tidak cakap berbahasa Arab sebagaimana yang kita harapkan.
5.            Sebaiknya anak-anak kita yang di As-Salam ini dengan keberanian dan disiplin yang kuat, dalam beberapa bulan, syukur beberapa tahun, dapat lancar berbicara sehingga mendapatkan simpati dari masyarakat. Kemudian dapat menulis dan membaca kitab dalam bahasa Arab.
6.            Sampai banyak orang yang menanyakan dan ingin mencari jalan, apa faktor dan bagaimana cara melancarkan bahasa-bahasa asing di As-Salam.
Demikianlah bukti-bukti kemanjuran cara Pondok Pesantren Modern As-Salam. Dan memang itulah cara yang termodern di dunia ini dalam mempelajari bahasa asing.
Barang siapa yang lekas-lekas berani mulai, dan selalu berdisiplin sambil berusaha bagaimana ia berbicara sefasih-fasihnya, dialah yang paling beruntung dan paling maju.

Keberanian + disiplin = untung
Malu/segan + tidak disiplin = buntung
Bahkan akan menerima akibat pahitnya.
Sebesar keinsafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu.
Bahasa ini lebih utama pula untuk kelas yang lebih tinggi. Pelajar-pelajar kelas tertinggi jangan mengira disiplin sudah tidak perlu. Bahkan di kelas yang tertinggi, disiplin harus lebih kuat, bahasanya harus lebih luas, dan susunan kata-katanya harus lebih tinggi.
Harus memiliki banyak kata-kata (mufradat) dan dapat memakainya, dan harus memiliki banyak macam susunan kalimat atau uslub.
Merasa beruntung itu baik, tetapi merasa telah pandai berarti jahil murakkab, yakni suatu kesesatan.
Kelas 3 aliyah jangan malu atau takut salah berbicara dengan adik kelas. Demikian pula dengan kelas 2 aliyah, jangan malu atau takut salah berbicara dengan adik-adik kelasnya. Demikian seterusnya.
Ingat, akibat tidak berdisiplin akan tetap dirasakan oleh yang bersangkutan.
Setiap tahun selalu ada anak yang menjadi korban tidak berdisiplin.
Berkorbanlah, dan jangan menjadi korban.

Program Persiapan Menjadi Pembicara Publik




Kegiatan ini terbagi menjadi beberapa program:
1.            Muhadharah Bahasa Arab
2.            Muhadharah Bahasa Inggris
3.            Kelompok Diskusi

Waktu Pelaksanaan:
1.            Malam hari sesudah Shalat Isya’ setiap hari Kamis, Jumat, dan Sabtu.

Target Pencapaian Pembelajaran:
1.            Santri mampu dan terbiasa berbicara di depan publik (soft skill), baik sebagai pembawa acara, penceramah, atau pembicara dalam berbagai forum, seperti seminar, bedah buku, dan lain-lain.
2.            Mempersiapkan santri menjadi da’i (mundzirul qaum). Sesuai dengan semangat pendidikan dalam pondok pesantren, yaitu syiar Islam.


Olahraga dan Kepramukaan




Sebab terpenting kemunduran umat Islam, yakni kemunduran pemuda Islam. Tercecernya pemuda Islam dari masyarakat luas adalah kurangnya atau tidak adanya ilmu pengetahuan umum dan keorganisasian yang baik.
Karena kekurangan itu, mereka selalu ketinggalan dan selalu hanya sebagai penonton.
Karena kekurangannya itu, ia selalu melihat orang-orang lain yang bukan Islam yang cakap, yang dapat mempengaruhi massa atau orang banyak.
Karena kekurangannya itu, mereka merasa rendah, merasa kurang, padahal mereka itu mukmin, mereka itu beriman.
Maka dari itu, mulailah umat Islam berlomba-lomba bangun hendak mencari ilmu pengetahuan umum katanya. Tetapi sayang, banyak di antara mereka itu kurang tepat jalannya dalam mencari ilmu pengetahuan itu. Mereka ingin menjadi intelek berpengetahuan umum, tetapi kurang tepat rabaannya tentang apa yang harus diperbuat untuk menjadikan mereka intelek, terpelajar dan berpengetahuan umum.
Banyak yang hanya menjadi intelek pakaian. Karena itu, jalan yang paling mudah, dengan model-model pantolan, kemeja, sampai model-model baju rok mini. Ada pula yang mengira bahwa kalau sudah bersekolah di negeri, di kota, pandai nonton bioskop, pandai membicarakan bintang-bintang film, dan sebagainya, sudah menjamin ia menjadi intelek, berpengetahuan. Jadilah ia orang kota yang terjajah. Ada pula yang mengira bahwa pengetahuan umum yang paling utama pada sangkaannya ialah ilmu pasti.
Sampai terjadi beratus-ratus anak kyai, anak pemimpin Islam masuk sekolah Kristen yang mendapat didikan Kristen. Dan benar-benar ada yang terlanjur menjadi mubalig Kristen.
Segala kesalahan-kesalahan itu tidak terlalu kita bebankan kepada para orangtua dan kaum pemuda. Memang ada beberapa faktor yang menyebabkan mereka salah pangangan.
Hanya saja kita insyaf akan kesalahan itu, cepat-cepat mengeja jangan sampai terlanjur sesat terlunta-lunta.
Ketahuilah bahwa dua masalah ilmu pengetahuan umum yang amat sangat erat hubungannya dengan kehidupan umat, lebih khusus bagi gerakan pemudanya, yaitu soal kepanduan dan olahraga.
Inilah yang amat sangat penting dalam masyarakat.
Pemuda yang cakap dalam hal ini, pasti akan terpandang di tengah masyarakat. Ia dapat mempengaruhi dan memimpin masyarakat dengan mudah. Selama ini pemuda kita hanya menjadi sasaran operasi pihak lain, menjadi penonton dan pengagum pihak lain.
Di mana ada gerakan olahraga, sepakbola, bola voli, badminton dan lain sebagainya, beserta pertandingan-pertandingan dan kompetisinya, juga soal wasitnya, pemuda kita hendaknya tampil kemuka, maju, mengatur, dan mampu memimpin.
Inilah ilmu pengetahuan umum yang jelas-jelas bermanfaat langsung, di dunia dan di akhirat insya Allah.
Pemuda Islam tidak boleh lagi hanya menjadi penonton dan silau, kagum, minder, sampai hanya dipimpin dalam semua hal itu.
Ingat kisah Imam Ghazali dalam perlombaan berenang. Beliau menghendaki agar anak didiknya cakap dan dapat menggondol kemenangan dalam perlombaan tersebut.
Di Pondok Pesantren Modern As-Salam, di sini tempat berlatih kepanduan dan olahraga sebaik-baiknya dan sekomit mungkin.
Karena itu, ikutilah, berlatihlah, bahkan berlatihlah untuk memimpin.
Demikian pula dalam hal kepanduan atau kepramukaan. Kepramukaan di Pondok Pesantren Modern As-Salam lebih dari di tempat lain. Karena dengan tujuan untuk membentuk kader, untuk menjadi pemimpin pandu atau pramuka, nanti sepulangnya dari Pondok Pesantren Modern As-Salam. Maka dalam latihan pramuka, jangan sekadar latihan. Dalam berlatih harus berisi niat bagaimana saya nanti memimpin pandu pramuka di luar nanti.
Menurut perhitungan, semangat kepramukaan kepanduan di masa yang akan datang akan terus maju seluas-luasnya. Pondok Pesantren Modern As-Salam tetap menjaga tradisi ini, yaitu semua santri tanpa terkecuali harus menjadi pandu.
Adapun kepentingan pendidikan kepanduan, rasanya tidak sukar dipahami, kecuali bagi orang yang terlalu kolot dalam pendidikan. Segenap pemimpin Indonesia menguatkan ini.
Kepanduan di Pondok Pesantren Modern As-Salam seakan-akan merupakan kader untuk bermacam-macam kepanduan yang ada di Indonesia.
Maka sepulangnya mereka dari Pondok Pesantren Modern As-Salam, akan tetap merdeka, bebas untuk masuk dalam segala organisasi kepanduan kepramukaan.
Ringkasnya, pelajarilah dan berlatihlah dengan penuh keinsyafan tentang kepanduan/kepramukaan dan olahraga.
Tidak ada lasan kalau ada yang bilang bahwa seseorang yang tidak mempunyai bakat dalam bidang kepanduan dan olahraga.

Cara Hidup di PPM As-Salam




Di Pondok Pesantren Modern As-Salam ada jadwal kegiatan. Jadwal ini ada beberapa macam, di antarnya:
1.            Jadwal Harian
2.            Jadwal Mingguan
3.            Jadwal Bulanan
4.            Jadwal Tengah Tahunan
5.            Jadwal Tahunan

1. Jadwal Harian
Kegiatan santri dimulai sejak bangun tidur jam 04.00 pagi, persiapan Shalat Subuh dan menghafal al-Qur’an. Kegiatan baru selesai jam 06.00, santri makan pagi dan bersiap-siap untuk masuk kelas.
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas dimulai jam 07.00 dan berakhir jam 14.00 dengan dua kali istirahat di jam 09.00 dan shalat Zuhur 12.10.
Sesudah shalat Ashar, ada pelajaran sore dan kegiatan ekstrakurikuler sampai jam 17.00. Sesudah itu, santri harus pergi ke masjid untuk murajaah hafalan dan persiapan shalat magrib. Setengah jam menjelang shalat Isya’, ada penyampai mufradat baru.
Sesudah shalat Isya’ dan makan malam, santri sibuk dengan kegiatan kepesantrenan, yakni ngaji kitab kuning. Demikian seterusnya setiap hari.
2. Jadwal Mingguan
Jadwal mingguan ini dilaksanakan seminggu sekali. Misalnya, pada hari Ahad semua santri diwajibkan lari pagi bersama-sama, kemudian ikut pembersihan umum seluruh area pondok pesantren. Kemudian mengurusi keperluan pribadi masing-masing, seperti mencuci pakaian, menjemur kasur dan bantal, dan lain sebagainya.
Setiap Kamis, Jumat, dan Sabtu malam, semua santri ikut aktif dalam kegiatan latihan pidato atau muhadharah.
Kegiatan kepramukaan juga diadakan seminggu sekali setiap Sabtu sore habis shalat Ashar sampai jam 17.00.
3. Jadwal Bulanan - Tahunan
Kegiatan evaluasi organisasi bisa dilakukan seminggu sekali atau sebulan sekali sesuai kebutuhan. Bisa juga mengadakan lomba-lomba memperingati hari libur nasional, baik keagamaan atau kenegaraan.
Setiap setengah tahun sekali diadakan evaluasi belajar atau ujian bagi santri, baik ujian lisan maupun ujian tulis.
Kegiatan pengajian umum memperingati hari besar Islam bisa dilakukan setahun sekali dengan melibatkan masyarakat dan mengundang kyai atau penceramah untuk menyampaikan hikmah dan tausiyah kepada masyarakat.